Wednesday, 27 May 2026


Trik Kenali Kelapa Pandan Wangi Asli atau Aspal

28 Jun 2021, 17:06 WIBEditor : Yulianto

Kelapa pandan wangi, kini meningkat permintaannya. Namun banyak yang aspal

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai---Beredarnya kelapa pandan wangi asalan dipasaran tentunya sangat meresahkan semua pihak, terutama petani kelapa pandan wangi. Sebab, bisa mencoreng kualitas asli dari kelapa panda wangi yang bisa berimbas menurunnya daya jual.

“Bisa saja mereka membeli kelapa biasa dengan harga murah, tapi dikupas lalu dicelupkan ke biang aroma pandan dan dikemas seperti kelapa pandan wangi asli, tetapi rasanya tentunya akan terasa berbeda,” kata Petani Kelapa Pandan Wangi Sumatera Utara, Jasman Silitonga

Bagaimana cara untuk mendeteksi kelapa pandan wangi di pasaran asli atau palsu? Jasman memberikan trik dengan cara membakar sedikit daunnya.  Kemudian akan diketahui mengeluarkan atau tercium aroma pandan atau tidak. Bisa juga akar mudanya diambil lalu dipijat. Jika asli akan langsung tercium aroma pandan.

Jasman menegaskan, dirinya berkomitmen terus berjuang mengembangkan kelapa Indonesia, khususnya pandan wangi agar bisa popular. Selain itu juga meningkatkan kualitas mutu dan berdaya saing. Nanti tidak hanya kalangan tertentu saja yang menikmati, tapi bisa lebih dikenal dunia.

“Saya berharap kelapa ini makin dikenal di seluruh Indonesia. Bahkan masyarakat makin percaya membeli kelapa miliknya ini. Sebab, kelapa pandan wangi yang dihasilkan benar-benar diseleksi dan cukup bisa diandalkan, serta pasti lebih baik daripada benih-benih sembarang yang di luar,” tuturnya.

Ke depan Jasman berharap, kelapa pandan wangi ini dapat menjadi ikon (simbol) Sumatera Utara. Bahkan dalam 10 tahun ke depan bisa menyebar ke seluruh Indonesia. “Jangan sampai hilang. Kalau itu asal muasalnya dari Sumatera Utara, biar mereka tahu walau ditanam di wilayah-wilayah lain, ciri khas asal Sumatera Utara tetap ada, tidak hilang dan tetap melekat,” katanya.

Saat ini menurut Jasman, kelapa pandan wangi ini sudah ditanam di Papua Barat. Sebagai salah bentuk mempromosikan kelapa ini, di Papua Barat ada program Kapak Tersenyum.

Jasman mengatakan, produksi harus bisa berjalan dengan baik dan terjaga kualitasnya. Salah satunya selalu melaksanakan seleksi ketat, seperti penebangan pohon yang kurang produktif, kurang wangi, kurang secara fisik dan secara genetik kurang membawa rasa pandannya. “Jadi kita tebang untuk menjaga komitmen agar kualitasnya tetap sesuai kriteria dan bermutu baik,” katanya.

 

Reporter : Iqbal/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018