
Peternakan babi di Indonesia
TABLOIDSINARTANI.COM, Batam --- Pemerintah tengah mengupayakan lokasi peternakan babi di Pulau Bulan , Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi wilayah bebas penyakit African Swine Fever (ASF). Melalui upaya ini diharapkan ekspor ternak babi ke Singapura dapat lebih ditingkatkan .
Terletak tak jauh dari Kota Batam , Pulau Bulan merupakan sentra peternakan babi dimana babi yang dihasilkan dari wilayah ini diekspor dalam keadaan hidup ke Singapura.
Pengiriman ke Singapura menggunakan kapal angkut ternak khusus yang didisain dengan menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan (animal walfare).

Petugas Badan Karantina Pertanian meninjau peternakan babi di Pulau Bulan (Dok. Badan Karantina Pertanian)
Perkembangan terakhir, proses sertifikasi kompartemen bebas ASF telah dilaksanakan oleh petugas dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) di lokasi peternakan babi milik PT Indotirta Suaka (PT ITS) di Pulau Bulan. Kegiatan ini untuk penjaminan bahwa biosekuriti telah dijalankan dengan baik oleh pihak pengelola peternakan.
Otoritas Pangan Singapura (SFA) mengapresiasi langkah peningkatan implementasi biosekuriti di peternakan babi PT ITS yang merupakan pemasok utama babi untuk Singapura. (Baca Juga : Belajar Penanganan ASF dari Uganda)
Penyampaian apresiasi mengemuka saat berlangsung kegiatan Annual Joint Audit Meeting secara daring antara SFA dan pihak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian di Batam pada 5 Maret 2021 .
"Peternakan di Pulau Bulan kini telah meningkatkan tindakan biosekurit untuk mencegah masuknya penyakit, khususnya agen penyebab penyakit African Swine Fever ke areal produksi," ucap Dr. Astrid Yeo, Senior Director, Food Regulatory Management Division (SFA).

Pertemuan tahunan SFA dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) membahas perkembangan dan penanggulangan ASF (Dok.SFA)
Ia juga mengapresiasi proses sertifikasi kompartemen bebas ASF peternakan babi Pulau Bulan yang telah dilaksanakan oleh Ditjen PKH.
Pada pertemuan daring yang dihadiri perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Kementan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan, Kepri tersebut Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Fadjar Sumping Tjatur Rasa, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Singapura atas kerja sama dan kepercayaannya sehingga peternakan babi di Pulau Bulan terus menjadi mitra dagang dalam penyediaan babi komersial untuk masyarakat Singapura sejak tahun 1988.
"Kami berharap hal ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara," tuturnya. (Baca Juga : Kementan Kampanyekan Virus Demam Babi Afrika Tidak Tulari Manusia)
Fadjar kemudian memaparkan bahwa dalam rangka mengamankan wilayah Indonesia dari ancaman ASF, Kementan telah mengimplementasikan strategi pengendalian dan penanggulangan yakni pembatasan lalu lintas babi dan produknya dari daerah tertular, surveilans.
Termasuk, meningkatkan kepedulian/kesadaran masyarakat, dan penerapan kompartementalisasi, seperti halnya yang dilakukan di peternakan babi Pulau Bulan.
Ia memberikan komitmennya bahwa Kementan akan terus memastikan bahwa implementasi biosekuriti dan penjaminan dalam bentuk kompartemen bebas ASF akan terus berjalan.
"Hal ini akan kita lakukan bersama pemerintah daerah. Kapasitas laboratorium di provinsi dan PT. ITS juga akan kita dorong untuk terus ditingkatkan," janjinya.
Pelaporan OIE
Fadjar menegaskan bahwa Indonesia akan terus melakukan pelaporan perkembangan kasus ASF ke organisasi kesehatan hewan dunia (OIE) secara berkala. Ia meyakini bahwa transparansi dalam pelaporan tersebut berkontribusi terhadap kepercayaan Singapura dan mitra dagang internasional lainnya terhadap Indonesia serta kemampuan Indonesia dalam implementasi kompartementalisasi dan pengendalian ASF.
General Manager, Peternakan Babi Pulau Bulan, Desmond Walsh di kesempatan pertemuan menjelaskan berbagai upaya PT ITS untuk memastikan babi yang diekspor ke Singapura dalam kondisi sehat termasuk upaya pencegahan masuknya ASF dan tindakan biosekuriti lainnya.
Telah dilakukan peningkatan aktivitas penangkapan babi liar di kawasan Pulau Bulan, peningkatan surveilans dan mengirimkan sampelnya ke Balai Veteriner Bukittinggi.
Pada akhir pertemuan, semua pihak sepakat memberikan penilaian bahwa telah banyak peningkatan pada aspek biosekuriti dan penjaminan kesehatan di peternakan babi Pulau Bulan, sehingga mendukung keberlanjutan dan potensi peningkatan ekspor babi hidup dari Pulau Bulan ke Singapura.
===
Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK: LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/