
Dewan Penasehat Jaringan Pertanian Nasional (JPN), Syahrul Yasin Limpo
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Dewan Penasehat Jaringan Pertanian Nasional (JPN), Syahrul Yasin Limpo telah mengukuhkan 48 Komisariat Daerah (Komda) JPN, Selasa (24/8) di Bogor, Jawa Barat.
Penumbuhan Petani Milenial di seluruh Indonesia terus diresonansikan oleh berbagai pihak, salah satunya dengan dibentuknya Jaringan Pertanian Nasional (JPN) yang menjadi motor penggerak petani milenial di daerah.
"Jaringan Pertanian Nasional menjadi kekuatan pertanian muda yang semakin maju. Sehingga, mereka bisa mengkoordinir masyarakat tani untuk perbaiki teknologi bertaninya, termasuk lebih mandiri menggunakan KUR, " jelas SYL.

Tak hanya di hulu (perbaikan cara bertani), pengolahan, pengemasan serta pemasaran produk agar petani mendapatkan pendapatan yang lebih baik, diharapkan kiprah JPN bisa menyentuhnya. "JPN ini digerakkan oleh anak anak muda, milenial yang akan melakukan pendekatan digital dari hulu hingga hilir termasuk pemasaran, " jelasnya.
SYL juga berharap agar JPN ini seperti Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) di jaman dahulu, dimana terjadi rembug masyarakat untuk membangun komunikasi antar pelaku pertanian. "Tentunya dengan Modernisasi cara bertani yang lebih maju dan modern serta terkoneksi dengan digital yang ada, " tambahnya.
Milenial yang bergabung dalam JPN ini juga terdiri dari Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA), dibantu oleh kehadiran Penyuluh Pertanian sebagai komunikator, integrator, motivator dan organisator.
Pembentukan Komisariat Daerah (Komda) Jaringan Pertanian Nasional ini diawali di 11 Provinsi yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
"Direncanakan ada 500 komda dari setiap kabupaten kota. Sebenarnya bisa lebih dari 1, karena ini organisasi jaringan maka tidak ada komisariat di provinsi, " jelas Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional JPN, Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M.TDev.,M.H.
Prof Iman menambahkan, JPN diisi oleh petani milenial yang memiliki optimisme tinggi dan relatif terdidik, termasuk melek secara teknologi digital. "Jaringan ini berkombinasi dengan petani milenial meskipun ada pendampingan langsung oleh penyuluh, " tambahnya.
Secara bertahap, jaringan pertanian ini akan dibentuk di setiap Kabupaten dan Kota agar bisa menjalankan program strategis di bidang pertanian dan jaringan kerjasama secara regional dan nasional termasuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan.